- Membuka ruang dialog transparan dan inklusif bersama perwakilan nelayan terdampak.
- Memberikan kompensasi dampak sosial-ekonomi yang layak atas hilangnya pendapatan selama masa konstruksi.
- Melakukan pendataan ulang secara sah terhadap warga pemilik alat nelayan yang sebelumnya terlewat dari data utama.
- Memberikan solusi teknis demi menjamin kelancaran dan keselamatan alur pelayaran perahu nelayan menuju laut lepas.
Home »
LAPSUS
,
Suara Warga
» Dampak Sosial Proyek Tol Kaligawe-Sayung Menggantung, Puluhan Nelayan Pandansari Demak Desak Satker Selesaikan Kompensasi
Dampak Sosial Proyek Tol Kaligawe-Sayung Menggantung, Puluhan Nelayan Pandansari Demak Desak Satker Selesaikan Kompensasi
SUARA DARI PESISIR SAYUNG! Puluhan nelayan Kampung Pandansari, Desa Bedono, Sayung layangkan surat permohonan resmi ke Kasatker Pembangunan Jalan Tol Semarang Demak.
SAYUNG, DEMAK – Puluhan warga nelayan dari Kampung Pandansari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, melayangkan surat permohonan resmi kepada Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak. Langkah ini diambil sebagai bentuk advokasi publik atas dampak sosial-ekonomi pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Seksi Kaligawe-Sayung yang hingga kini belum menemui titik temu yang berkeadilan.
Kondisi wilayah pesisir Demak, khususnya kawasan Pandansari, kian hari kian memerlukan perhatian serius. Perubahan lingkungan, abrasi, hingga kebijakan tata ruang pesisir tidak hanya berdampak pada ekosistem laut, melainkan juga memukul stabilitas ekonomi, hilangnya mata pencaharian, dan memicu kerentanan sosial bagi komunitas nelayan tradisional setempat.
Menyikapi urgensi tersebut, Paralegals Official Demak hadir untuk mendampingi memastikan bahwa hak-hak konstitusional warga nelayan tidak terabaikan. Pendampingan ini difokuskan pada perlindungan hukum, mediasi dampak sosial-ekonomi, serta penyusunan rekomendasi kebijakan kepada pihak terkait agar mitigasi yang dilakukan benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil.
"Nelayan bukan sekadar profesi mencari ikan, mereka adalah pilar kedaulatan pangan pesisir kita. Ketika ruang hidup dan aspek sosial mereka terganggu, hukum harus hadir sebagai pelindung, bukan penonton," ujar perwakilan tim Paralegals Official Demak dalam diskusi tersebut.
Melalui langkah advokasi ini, diharapkan ada solusi konkret yang berkeadilan, baik dari sisi regulasi pemerintah maupun tanggung jawab sosial pihak-pihak terkait, demi memulihkan ketahanan sosial warga nelayan Pandansari.
"Bukan sekadar diskusi, tapi menyusun formula hukum nyata untuk mendampingi warga pesisir yang terdampak." Ungkap Khoirudin, Paralegals Official Demak
Sejak konstruksi tol berjalan, landscape pesisir Sayung mengalami perubahan drastis yang berdampak langsung pada ruang hidup nelayan tradisional. Aktivitas pengurukan dan pemancangan fisik tol dituding merusak wilayah tangkapan ikan (fishing ground), memotong jalur perahu, hingga menyebabkan pendapatan ekonomi nelayan kecil menurun tajam dan mempersulit pemenuhan kebutuhan pokok keluarga
Perwakilan nelayan menegaskan bahwa keluhan ini didasarkan pada kondisi riil di lapangan. Berdasarkan dokumen aspirasi warga, terdapat sedikitnya 39 nelayan di daftar utama, puluhan warga yang menghadiri konsolidasi, serta belasan pemilik alat tangkap nelayan yang bahkan belum terakomodasi dalam pendataan administratif pihak pelaksana proyek.
"Kami mendukung pembangunan nasional, namun hak hidup dan mata pencaharian kami sebagai nelayan kecil jangan dikorbankan. Dampak sosial ini nyata, akses melaut kami menyempit, dan ikan pesisir menjauh akibat proyek. Kami minta Satker segera membuka ruang dialog transparan dan memberikan ganti rugi dampak ekonomi yang layak," ujar perwakilan warga dalam tuntutannya.
Melalui permohonan surat resmi tersebut, warga Nelayan Pandansari menuntut empat poin utama kepada Satker Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak:
Tim berharap permohonan ini dapat segera direspons, warga berkomitmen untuk terus mengawal isu ini secara terbuka melalui jalur advokasi hukum dan penggalangan solidaritas publik demi bertahannya ekonomi pesisir Sayung.
Baca Juga ;
Red InfoPublikId
♥ Suka artikelnya? Traktir Kopi
Dukung jurnalisme independen pesisir Sayung–Demak. Setiap apresiasi membantu kami tetap meliput.
Dukungan tidak mempengaruhi independensi redaksi. · S&K
📡 Respons Publik & Verifikasi Warga
Komentar pembaca, verifikasi lapangan, dan respons publik terkait krisis pesisir Sayung terdokumentasi secara terbuka.
Lihat Respons Publik →




0 Comments:
Posting Komentar