DEMAK – DPRD Kabupaten Demak menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyerahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Agenda ini merupakan bagian dari mekanisme konstitusional untuk mengevaluasi pelaksanaan anggaran daerah sekaligus mengukur efektivitas kebijakan pembangunan yang telah dijalankan pemerintah daerah.
Namun, lebih dari sekadar memenuhi tahapan administrasi, pembahasan Raperda tersebut menjadi momentum untuk menilai apakah belanja daerah selama 2025 benar-benar memberikan dampak nyata terhadap pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, hingga penanganan persoalan rob di wilayah pesisir Demak.
Fokus pembahasan tidak hanya pada penyerahan dokumen, tetapi juga pada beberapa .
Efektivitas penggunaan APBD juga dapat diukur dari dampaknya terhadap pembangunan infrastruktur, penanganan rob, penguatan ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program daerah, juga tantangan pembangunan infrastruktur dan penanganan rob di Kabupaten Demak, program ketahanan pangan dan adaptasi perubahan iklim di Demak, serta penguatan ekonomi desa melalui program Koperasi Merah Putih.
Fokus pembahasan tidak hanya pada penyerahan dokumen, tetapi juga pada beberapa indikator penting:
- Bagaimana realisasi pendapatan dan belanja dibanding target APBD 2025.
- Besaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan penyebabnya.
- Efektivitas belanja modal terhadap peningkatan pelayanan publik.
- Dampak anggaran terhadap sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan infrastruktur.
- Catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang perlu ditindaklanjuti
🔍BACA JUGA
Pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD menjadi tahapan penting untuk memastikan setiap rupiah uang publik dikelola secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hasil evaluasi DPRD nantinya akan menjadi salah satu dasar penyempurnaan perencanaan dan penganggaran Pemerintah Kabupaten Demak pada tahun berikutnya
DCM Tagging v1.1
- Isu Utama: Tata Kelola Keuangan Daerah
- Frame: Akuntabilitas APBD
- Indikator Dampak: Efektivitas Belanja Publik
- Stakeholder: DPRD Demak, Pemerintah Kabupaten Demak, BPK, Masyarakat
- Level Analisis: Fiskal Daerah
- Kategori: Pemerintahan | APBD | DPRD | Akuntabilitas
oleh InfoPublikId
A.Bintang [Chief Editorial Strategic]
♥ Suka artikelnya? Traktir Kopi
Dukung jurnalisme independen pesisir Sayung–Demak. Setiap apresiasi membantu kami tetap meliput.
Dukungan tidak mempengaruhi independensi redaksi. ·
S&K
📡 Respons Publik & Verifikasi Warga
Komentar pembaca, verifikasi lapangan, dan respons publik terkait krisis pesisir Sayung terdokumentasi secara terbuka.
Lihat Respons Publik →
0 Comments:
Posting Komentar