VERIFIKASI SIDE CHANNEL KUDU–KALISARI: PDAM Tirta Moedal Jelaskan Fungsi Overflow Lama dan Sistem Pembuangan Air ke Kali Babon

 Dari Side Channel ke Kali Babon:
Verifikasi Lapangan Mengungkap Perubahan Sistem Pengendalian Air PDAM Tirta Moedal
Ketua FKM Sayung Khoirudin bersama Paralegals Official Demak Andi Bintang melakukan klarifikasi investigasi langsung ke IPA PDAM Tirta Moedal Dipandu Petugas Bp.Solikien  terkait sistem aliran air, fungsi slide gate lama, serta jalur pembuangan air dari waterpond menuju Kali Babon.

Di tengah sorotan publik terhadap persoalan banjir rob dan sistem drainase di kawasan Sayung–Demak, tim investigasi lapangan melakukan penelusuran langsung ke area side channel dan waterpond IPA PDAM Tirta Moedal di wilayah Kudu–Kalisari, Kecamatan Sayung.

Penelusuran ini dilakukan setelah muncul temuan visual berupa saluran beton memanjang yang terhubung dengan struktur pintu air (slide gate) lama di area side channel. Struktur tersebut sempat memunculkan pertanyaan publik mengenai fungsi aktual saluran dan arah aliran air menuju kawasan hilir Sayung.
Dalam proses verifikasi lapangan, Ketua FKM Sayung Khoirudin bersama Paralegals Official Demak Andi Bintang melakukan klarifikasi langsung dengan petugas IPA PDAM Tirta Moedal untuk memastikan fungsi sistem, pemetaan aliran air, hingga mekanisme pengendalian debit yang selama ini diterapkan.
Petugas menjelaskan bahwa pintu air atau slide gate berwarna biru yang berada di awal saluran beton tersebut pada prinsipnya sudah tidak lagi difungsikan sejak tahun 2022. Namun secara historis, struktur itu memang pernah digunakan sebagai bagian dari sistem overflow darurat (emergency overflow system).

Pada masa operasional sebelumnya, pintu air tersebut difungsikan untuk mengurangi tekanan debit ketika terjadi peningkatan volume air yang berpotensi menimbulkan limpasan ke wilayah sekitar, termasuk kawasan Ringin Jajar. Sistem tersebut bekerja sebagai jalur pelepas tekanan air ketika debit dalam kolam retensi mengalami kenaikan signifikan.

Namun seiring perubahan sistem operasional, mekanisme pengendalian air kini telah dialihkan menggunakan pompa air aktif dari kolam retensi (lagoon/waterpond) menuju jaringan pembuangan tertutup yang langsung mengarah ke Kali Babon.
Dalam klarifikasi tersebut, petugas juga menegaskan bahwa jalur side channel lama saat ini sudah tidak lagi menjadi jalur utama pembuangan air. Bahkan area saluran yang dulunya menjadi aliran air warga kini telah berubah menjadi kali mati akibat pendangkalan dan minimnya aliran aktif. Di sejumlah titik, area tersebut terlihat dimanfaatkan warga untuk tanaman jagung dan pisang.

Penjelasan lain yang menjadi perhatian dalam verifikasi lapangan ini adalah soal limpasan air ke arah Sayung. Petugas IPA PDAM Tirta Moedal menegaskan bahwa limpasan air yang sering terlihat menuju kawasan Sayung bukan berasal dari overflow aktif waterpond PDAM.

Menurut penjelasan di lapangan, aliran tersebut berasal dari sistem drainase kawasan Penggaron yang melintasi saluran Kudu dan bertemu di wilayah Manggian sebelum bergerak menuju kawasan hilir Sayung. Aliran itu disebut merupakan campuran limpasan dan pembuangan kawasan permukiman warga.

Verifikasi lapangan ini menjadi bagian dari upaya investigasi untuk memetakan fungsi aktual side channel, sistem overflow lama, serta hubungan jaringan drainase kawasan Kudu–Kalisari–Sayung berdasarkan kondisi teknis dan penjelasan langsung di lapangan.
Tim investigasi juga menegaskan bahwa proses klarifikasi dilakukan untuk memastikan informasi yang beredar tetap berimbang serta mengedepankan verifikasi langsung terhadap pihak terkait sebelum penarikan kesimpulan lebih lanjut.

KETERKAITAN DENGAN SULITNYA AIR SURUT DI SAYUNG:

Hasil verifikasi lapangan di kawasan side channel Kudu–Kalisari juga membuka gambaran mengenai kompleksitas sistem aliran air menuju wilayah hilir Sayung. Meski pihak IPA PDAM Tirta Moedal menegaskan bahwa limpasan menuju Sayung bukan berasal dari overflow aktif waterpond PDAM, kondisi jaringan drainase kawasan tetap memiliki keterkaitan terhadap lambatnya proses surut air di wilayah Sayung.

Berdasarkan penjelasan lapangan, aliran air dari kawasan Penggaron, saluran Kudu, hingga pertemuan aliran di Manggian terus membawa beban limpasan menuju daerah hilir Sayung. Dalam kondisi tertentu, terutama saat hujan tinggi bersamaan dengan rob laut, kapasitas saluran dan sungai di kawasan hilir menjadi tidak mampu mengalirkan air secara cepat menuju laut.


Selain faktor sedimentasi dan pendangkalan di sejumlah jalur saluran, fenomena rob yang terus menekan wilayah pesisir Sayung juga menyebabkan terjadinya efek backwater atau tertahannya aliran air dari hulu. Kondisi inilah yang membuat air di kawasan Sayung sering mengalami keterlambatan surut meskipun debit dari hulu mulai berkurang.

Verifikasi lapangan ini menunjukkan bahwa persoalan genangan di Sayung bukan berdiri pada satu titik semata, melainkan merupakan akumulasi dari berbagai sistem aliran kawasan, drainase permukiman, sedimentasi saluran, penurunan muka tanah, hingga tekanan rob dari wilayah pesisir utara Jawa.
Baca Juga : 


Red InfoPublikId 
A.Bintang / Khoirudin 





♥ Suka artikelnya? Traktir Kopi
Dukung jurnalisme independen pesisir Sayung–Demak. Setiap apresiasi membantu kami tetap meliput.
Dukungan tidak mempengaruhi independensi redaksi. · S&K
📡 Respons Publik & Verifikasi Warga
Komentar pembaca, verifikasi lapangan, dan respons publik terkait krisis pesisir Sayung terdokumentasi secara terbuka.
Lihat Respons Publik →

0 Comments:

Posting Komentar