FKMS Hadir untuk Membangun Kepercayaan dan Kolaborasi di Sayung

Wawancara Khusus InfoPublikID Bersama Ketua FKMS Khoirudin dan Core Leader Strategic Andi Bintang


SAYUNG — Di tengah berbagai tantangan sosial, lingkungan, dan pembangunan yang dihadapi wilayah Sayung, hadir sebuah wadah komunikasi yang diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antar berbagai unsur masyarakat. Wadah tersebut adalah Forum Komunikasi Masyarakat Sayung (FKMS).

Dalam wawancara khusus bersama InfoPublikID, Ketua FKMS Khoirudin menjelaskan bahwa FKMS dibentuk bukan sebagai organisasi yang berorientasi pada kepentingan tertentu, melainkan sebagai ruang komunikasi, pemetaan potensi, dan penghubung kolaborasi lintas sektor.

FKMS Bukan Organisasi Aksi, Tetapi Wadah Kolaborasi

Menurut Khoirudin, FKMS lahir dari kebutuhan akan ruang dialog yang mampu mempertemukan berbagai unsur masyarakat, dunia usaha, komunitas, pemuda, dan pemangku kepentingan lainnya.

"FKMS tidak hadir untuk menjadi kelompok tekanan ataupun organisasi yang berorientasi pada kepentingan tertentu. FKMS hadir sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi yang berupaya mempertemukan berbagai potensi dan kebutuhan yang ada di wilayah Sayung," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa forum ini dibangun dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan keberlanjutan sebagaimana tercermin dalam tagline FKMS.
Membangun Sistem, Bukan Sekadar Kegiatan

Sementara itu, Core Leader Strategic FKMS, Andi Bintang, menjelaskan bahwa fokus utama FKMS adalah membangun sistem sosial yang mampu menciptakan kebermanfaatan jangka panjang.
"Kami tidak ingin berhenti pada kegiatan seremonial atau program sesaat. Yang ingin dibangun adalah sistem yang mampu mempertemukan data, kebutuhan, potensi, dan peluang kolaborasi sehingga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan memerlukan fondasi berupa kepercayaan, data yang akurat, serta komunikasi yang sehat antar berbagai pihak.

Peta Kemitraan Industri dan Masyarakat Sayung
Sebagai langkah awal, FKMS akan memulai penyusunan Peta Kemitraan Industri dan Masyarakat Sayung.
Program ini bertujuan untuk:

  • Memetakan perusahaan dan dunia usaha di wilayah Sayung.
  • Mengidentifikasi potensi pemuda dan komunitas lokal.
  • Menggali kebutuhan dunia industri.
  • Menemukan peluang kolaborasi yang saling menguntungkan.
  • Mendorong program pemberdayaan berbasis kebutuhan nyata.

Melalui pendekatan tersebut, FKMS berharap dapat menjadi jembatan komunikasi yang memperkuat hubungan antara masyarakat dan dunia usaha.

Trust Before Program
Andi Bintang menambahkan bahwa FKMS menempatkan pembangunan kepercayaan sebagai prioritas utama.
"Sebelum bicara program, kita harus membangun kepercayaan. Sebelum bicara bantuan, kita harus membangun komunikasi. Sebelum bicara kolaborasi, kita harus memahami kebutuhan masing-masing pihak."

Menurutnya, keberhasilan sebuah forum tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari tingkat kepercayaan yang mampu dibangun di tengah masyarakat.

Didukung Legalitas dan Tata Kelola yang Jelas

Untuk memastikan keberlanjutan organisasi, FKMS juga didukung oleh tata kelola kelembagaan yang jelas dan berada dalam pembinaan Yayasan Bina Insan Modern.
Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian administratif sekaligus memperkuat akuntabilitas forum dalam menjalankan berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Namun demikian, FKMS tetap menempatkan dirinya sebagai forum masyarakat yang terbuka, independen, dan mengedepankan kepentingan bersama.

Menjadi Jembatan Bagi Semua Pihak
Ke depan, FKMS berharap dapat menjadi ruang pertemuan bagi berbagai unsur masyarakat dalam membangun Sayung yang lebih kuat, tangguh, dan berkelanjutan.
"FKMS tidak hadir untuk mewakili semua pihak. FKMS hadir untuk mempertemukan semua pihak. Karena kemajuan wilayah tidak mungkin dibangun sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi," pungkas Khoirudin.

Dengan semangat tersebut, FKMS menegaskan komitmennya untuk terus mendorong komunikasi, partisipasi, dan kemitraan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sayung.

Bersama • Peduli • Berkelanjutan 
Dokumentasi Lapangan

Kegiatan FKMS & Paralegal Demak

Jejak advokasi publik di kawasan pesisir Sayung–Demak: audiensi, diskusi warga, dan tinjau lapangan.

Wawancara warga Jetaksari, Sayung
Jetaksari, Kec. Sayung — Wawancara dengan warga terkait SPMB 2026 SDN Jetaksari, 15 Juni 2026.
Audiensi dengan instansi di Katonsari, Demak
Katonsari, Kec. Demak — Audiensi tim FKMS & Paralegal dengan pihak instansi terkait, 15 Juni 2026.
Diskusi warga Kecamatan Sayung
Kec. Sayung, Demak — Diskusi malam bersama warga membahas kondisi kawasan terdampak, 5 Juni 2026.
Rapat koordinasi tim advokasi
Rapat Koordinasi — Tim FKMS & Paralegal menyusun langkah advokasi lanjutan.
Tinjau lapangan proyek di Kecamatan Sayung
Kec. Sayung, Demak — Tinjau lapangan Alur Irigasi pembuangan PDAM Kudu bersama petugas terkait, 2 Juni 2026.
Rapat lanjutan tim advokasi
Rapat Lanjutan — Pembahasan advokasi publik tim FKMS & Paralegal.
Dokumentasi: INFOPUBLIK | ID — Media Investigasi & Advokasi Publik
Baca Juga: 




Oleh InfoPublikId 
A.Bintang 
♥ Suka artikelnya? Traktir Kopi
Dukung jurnalisme independen pesisir Sayung–Demak. Setiap apresiasi membantu kami tetap meliput.
Dukungan tidak mempengaruhi independensi redaksi. · S&K
📡 Respons Publik & Verifikasi Warga
Komentar pembaca, verifikasi lapangan, dan respons publik terkait krisis pesisir Sayung terdokumentasi secara terbuka.
Lihat Respons Publik →