DEMAK — Jalan Bulusari–Kalisari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, menjadi salah satu ruas yang masuk dalam rencana penanganan melalui preservasi jalan.
Ruas tersebut memiliki fungsi sebagai penghubung antarwilayah di Kecamatan Sayung sekaligus jalur alternatif Semarang–Demak.
Informasi mengenai rencana preservasi tersebut dipublikasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DINPUTARU) Kabupaten Demak pada 21 September 2026.
Kondisi Jalan Menjadi Perhatian
DINPUTARU menjelaskan bahwa penanganan Jalan Bulusari–Kalisari diperlukan karena kondisi ruas jalan berada di kawasan yang memiliki karakteristik tanah dan lingkungan pesisir.
Dalam survei yang dilakukan pada 19 Agustus 2026, DINPUTARU mencatat kondisi jalan masih mengalami genangan ketika hujan. Pada sejumlah bagian, masyarakat juga disebut telah melakukan penimbunan dan peninggian jalan secara swadaya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam rencana penanganan ruas tersebut.
Rencana Penanganan
Berdasarkan publikasi DINPUTARU, penanganan yang direncanakan bukan sekadar pemeliharaan rutin, tetapi berupa rehabilitasi mayor melalui rekonstruksi jalan.
Konsep teknis yang disebutkan adalah penggunaan rigid pavement atau perkerasan kaku.
Rencana spesifikasi yang dipublikasikan DINPUTARU antara lain:
Komponen| Rencana
Jenis penanganan| Rehabilitasi mayor/rekonstruksi
Perkerasan| Rigid pavement
Beton bertulang| FS-3.8
Tebal beton| 20 cm
Lean concrete| 5 cm
Peninggian elevasi| Sekitar 30–50 cm dari kondisi eksisting
Target umur rencana| Hingga sekitar 20 tahun
Spesifikasi tersebut merupakan rencana teknis yang disampaikan DINPUTARU dan belum dapat diposisikan sebagai hasil pekerjaan fisik.
Mengapa Elevasi Jalan Dinaikkan?
DINPUTARU menyebut peninggian elevasi sekitar 30–50 cm sebagai bagian dari konsep penanganan jalan yang disesuaikan dengan kondisi kawasan.
Kawasan Sayung sendiri merupakan wilayah yang menghadapi persoalan genangan dan kondisi lingkungan pesisir.
Karena itu, penanganan jalan tidak hanya berkaitan dengan permukaan jalan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi lingkungan di sekitar ruas tersebut.
Namun, pada tahap saat ini, informasi yang tersedia masih berupa rencana penanganan dan rekomendasi teknis.
Belum dapat disimpulkan bagaimana hasil akhirnya sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
Baca Juga:
Jalur Alternatif Semarang–Demak
Dalam publikasinya, DINPUTARU menyebut Jalan Bulusari–Kalisari memiliki fungsi strategis sebagai jalur alternatif Semarang–Demak.
DINPUTARU bahkan menyebut ruas tersebut sebagai satu-satunya konektivitas ekonomi jalur darat yang masih dapat dilalui ketika Pantura Sayung mengalami kelumpuhan.
Pernyataan tersebut merupakan keterangan resmi DINPUTARU mengenai fungsi ruas jalan.
Bagi masyarakat Bulusari, Kalisari, dan wilayah sekitarnya, keberadaan ruas tersebut berkaitan langsung dengan mobilitas sehari-hari, termasuk aktivitas ekonomi dan akses masyarakat.
Masih Tahap Persiapan
Yang perlu digarisbawahi, preservasi Jalan Bulusari–Kalisari saat ini masih berada pada tahap persiapan/perencanaan penanganan.
Belum tepat apabila informasi mengenai spesifikasi teknis tersebut dipahami sebagai kondisi jalan yang sudah selesai dibangun.
Tahapan berikutnya akan menjadi bagian penting untuk diketahui publik, terutama terkait:
- panjang ruas yang akan ditangani;
- nilai dan sumber anggaran;
- waktu pelaksanaan;
- penyedia pekerjaan;
- jadwal pekerjaan fisik;
- serta perkembangan pelaksanaan di lapangan.
Informasi tersebut nantinya dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai pelaksanaan preservasi Jalan Bulusari–Kalisari.
Perspektif Wilayah
Bulusari–Kalisari merupakan bagian dari jaringan jalan masyarakat di Kecamatan Sayung.
Dalam konteks wilayah pesisir, keberadaan jalan memiliki arti penting karena berkaitan dengan kesinambungan mobilitas masyarakat ketika kondisi lingkungan mengalami gangguan.
Karena itu, rencana preservasi ruas ini menarik untuk dipantau sejak tahap awal.
Bukan hanya ketika pekerjaan sudah selesai, tetapi sejak perencanaan, pelaksanaan hingga jalan kembali digunakan masyarakat.
Untuk saat ini, informasi yang dapat dipastikan adalah: DINPUTARU telah menyiapkan konsep penanganan Jalan Bulusari–Kalisari melalui preservasi dan rekonstruksi, dengan salah satu rencana utama berupa peninggian elevasi serta penggunaan perkerasan kaku.
Selanjutnya, publik tinggal mengikuti bagaimana rencana tersebut bergerak dari dokumen menuju pekerjaan nyata di lapangan.
---
Catatan Redaksi
Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang dipublikasikan DINPUTARU Kabupaten Demak mengenai rencana preservasi Jalan Bulusari–Kalisari.
Informasi teknis dalam artikel merupakan rencana penanganan, bukan laporan bahwa pekerjaan fisik telah selesai.
InfoPublikID.Online akan memperbarui informasi apabila terdapat data resmi berikutnya mengenai paket pekerjaan, anggaran, pelaksana, jadwal, maupun progres fisik di lapangan.
A. Bintang
Redaksi
Chief Editorial Strategist — InfoPublikID.Online
Mengulas kebijakan publik, transparansi pemerintahan, dan isu sosial-pesisir Demak. Berpegang pada verifikasi fakta, keberimbangan informasi, dan asas praduga tak bersalah.
Referensi:
Dokumen resmi & sumber terverifikasi.
Pedoman Media Siber →
