DEMAK — Sebuah organisasi masyarakat tidak hanya diuji oleh usia, jumlah anggota, atau struktur kepengurusan. Ukuran yang lebih penting justru berada di luar struktur itu sendiri: seberapa jauh keberadaannya memberi manfaat dan mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat.
Memasuki usia dua tahun, perjalanan Squad Nusantara di Demak mulai menarik untuk dilihat dari perspektif tersebut.
Hal itu mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Ketua PAC Squad Nusantara Sayung, Khoirudin, ke kediaman Ketua DPC Squad Nusantara Demak, Beby Agung Prastyo.
Dalam pertemuan tersebut, Khoirudin menyampaikan bahwa hingga memasuki usia dua tahun, Squad Nusantara di Demak tetap berupaya mempertahankan eksistensinya sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Sampai di usia dua tahun, Squad Nusantara di Demak tetap berupaya bisa memberikan manfaat pada masyarakat sekitar,” ujar Khoirudin.
Pernyataan tersebut sederhana. Namun, jika ditempatkan dalam konteks keberadaan organisasi masyarakat, pesan itu memiliki makna yang lebih besar.
Sebab, eksistensi sebuah organisasi pada akhirnya tidak cukup dibuktikan melalui keberadaannya secara administratif. Ia harus memiliki jejak sosial.
Jejak yang Mulai Terlihat
Penelusuran terhadap pemberitaan publik menunjukkan bahwa aktivitas Squad Nusantara di Demak memang memiliki sejumlah jejak yang dapat diverifikasi.
Salah satunya adalah kegiatan sosial pada Ramadan 2025. DPC Squad Nusantara Demak bersama Rutan Demak membagikan takjil kepada masyarakat di kawasan Alun-alun Demak, tepatnya di depan Rutan Demak. Kegiatan tersebut disebut sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menumbuhkan jiwa sosial para relawan.
Jejak lainnya terlihat pada 2026.
Pada 8 Mei 2026, unsur Squad Nusantara tercatat hadir dalam Apel Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba dan Penipuan di Rutan Kelas IIB Demak.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemasyarakatan, aparat keamanan, organisasi masyarakat dan media. Kehadiran Squad Nusantara ditempatkan sebagai bagian dari sinergi berbagai elemen masyarakat dalam mendukung lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman dan berintegritas.
Jejak tersebut memang bukan ukuran keseluruhan aktivitas DPC Squad Nusantara Demak.
Namun setidaknya memperlihatkan satu pola: organisasi mulai mengambil ruang dalam kegiatan sosial dan sinergi kemasyarakatan di tingkat lokal.
Dari Seremoni ke Manfaat
Squad Nusantara sendiri secara nasional dibentuk di Semarang pada 19 April 2024. Dalam deklarasinya, organisasi ini membawa pesan agar keberadaannya menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat, bukan kelompok yang menakut-nakuti masyarakat.
Pada saat deklarasi, Squad Nusantara juga menyalurkan ribuan paket sembako, termasuk alokasi untuk masyarakat di Kabupaten Demak.
Pesan tersebut menjadi menarik ketika ditarik ke tingkat daerah.
Sebab organisasi masyarakat pada akhirnya akan berhadapan dengan pertanyaan yang sama di setiap wilayah:
Apakah semangat yang dibawa pada saat deklarasi mampu diterjemahkan menjadi kerja sosial yang konsisten di tingkat akar rumput?
Di Demak, jawabannya tentu tidak cukup hanya berdasarkan satu atau dua kegiatan.
Dibutuhkan rekam jejak yang terus bertambah.
Persatuan Tidak Cukup Diucapkan
Silaturahmi antara PAC Sayung dan DPC Squad Nusantara Demak menjadi bagian lain dari perjalanan tersebut.
Di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang, kepentingan dan pilihan yang berbeda, menjaga persatuan membutuhkan ruang komunikasi.
Organisasi masyarakat mempunyai posisi strategis untuk menjadi salah satu ruang tersebut.
Namun, persatuan tidak cukup dibangun melalui slogan.
Ia harus terlihat dari kemampuan organisasi menjaga hubungan internal, menghormati perbedaan, membangun komunikasi dengan masyarakat serta ikut hadir ketika lingkungan sosial membutuhkan kepedulian.
Karena itu, aktivitas sosial seperti pembagian takjil, keterlibatan dalam kegiatan kemasyarakatan, maupun sinergi dengan lembaga publik dapat dilihat sebagai bagian dari modal sosial organisasi.
Bukan karena satu kegiatan langsung membuat sebuah organisasi berhasil, tetapi karena kegiatan tersebut menunjukkan adanya upaya untuk hadir di ruang publik.
Demak Membutuhkan Banyak Ruang Solidaritas
Demak merupakan wilayah dengan persoalan sosial yang kompleks.
Mulai dari persoalan lingkungan, rob, ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, hingga berbagai persoalan pelayanan publik. Situasi semacam ini membutuhkan keterlibatan banyak unsur masyarakat.
Organisasi kemasyarakatan tentu tidak harus mengambil seluruh persoalan tersebut.
Tetapi ketika sebuah organisasi menyatakan dirinya hadir untuk masyarakat, ruang kontribusinya terbuka luas.
Bisa melalui kegiatan sosial.
Bisa melalui pemberdayaan.
Bisa melalui edukasi.
Bisa pula melalui penguatan komunikasi antarwarga.
Yang penting, kehadiran tersebut memiliki manfaat dan dapat dipertanggungjawabkan secara sosial.
Dua Tahun Bukan Garis Akhir
Memasuki usia dua tahun, Squad Nusantara di Demak berada pada fase yang menarik.
Organisasi sudah memiliki perjalanan, tetapi masih memiliki ruang yang sangat panjang untuk membangun rekam jejak.
Jejak yang ada menunjukkan adanya kegiatan sosial dan keterlibatan dalam sejumlah agenda kemasyarakatan. Namun, untuk mengatakan bahwa organisasi telah menjadi kekuatan sosial yang besar bagi masyarakat Demak, tentu masih membutuhkan pembuktian melalui konsistensi kegiatan ke depan.
Dan justru di sinilah makna usia dua tahun menjadi penting.
Bukan untuk merayakan seberapa lama organisasi berdiri, tetapi untuk mengevaluasi seberapa jauh keberadaannya mulai dirasakan.
Ketua PAC Squad Nusantara Sayung, Khoirudin, menyebut upaya memberikan manfaat kepada masyarakat sebagai bagian dari perjalanan tersebut.
Pernyataan itu kemudian menjadi semacam komitmen yang harus dijawab melalui kerja nyata.
Karena pada akhirnya masyarakat tidak terlalu membutuhkan organisasi yang sekadar mengatakan dirinya hadir.
Masyarakat membutuhkan organisasi yang benar-benar hadir ketika dibutuhkan.
EDITORIAL TENSION
Dua tahun Squad Nusantara di Demak bukanlah akhir perjalanan.
Justru mulai dari sini pertanyaan publik menjadi lebih relevan:
Apakah Squad Nusantara mampu mengubah persaudaraan menjadi solidaritas, solidaritas menjadi kegiatan, dan kegiatan menjadi manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat Demak?
Jawabannya tidak perlu diberikan melalui slogan.
Biarkan rekam jejak berikutnya yang berbicara.
Eksistensi organisasi masyarakat di tingkat lokal tidak dapat dilepaskan dari dinamika sosial dan persoalan publik yang dihadapi warga. Di Demak, ruang partisipasi masyarakat menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan kawasan. Membaca Arah Kebijakan Publik Demak 2026 dapat menjadi salah satu perspektif untuk melihat bagaimana masyarakat dan pemerintah daerah berhadapan dengan berbagai persoalan pembangunan.
Dalam konteks yang lebih luas, keberadaan organisasi masyarakat juga bersinggungan dengan kebutuhan warga untuk mendapatkan ruang komunikasi dan pendampingan. Hal tersebut sejalan dengan semangat Desa Butuh SDM, Bukan Sekadar Kursi, bahwa kekuatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh struktur, tetapi juga oleh kapasitas manusia dan kontribusinya di lapangan.
