Demak, Jawa Tengah — Kondisi banjir rob yang semakin parah di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, kembali mendapat perhatian dari pusat. Anggota DPR RI, Lestari Moerdijat, melakukan kunjungan langsung ke wilayah terdampak dalam rangka masa reses, Selasa (5/5/2026).
Dalam kunjungannya, Lestari menegaskan bahwa persoalan rob di Sayung tidak lagi bisa dipandang sebagai bencana biasa.
“Ini bukan sekadar banjir musiman. Ini krisis yang mengancam ruang hidup masyarakat dan harus ditangani sebagai isu nasional,” tegasnya.
Data yang disampaikan menunjukkan bahwa dampak rob di Demak terus meluas. Hingga 2026, diperkirakan sekitar 6.600 hektare wilayah terdampak, dengan intrusi air laut mencapai beberapa kilometer ke daratan.
Warga di sejumlah desa di Sayung dilaporkan mengalami kerusakan rumah, terganggunya aktivitas ekonomi, hingga akses jalan yang kerap tergenang.
Selain menyerap aspirasi masyarakat, kunjungan ini juga disebut sebagai upaya mendorong percepatan intervensi pemerintah pusat, termasuk kemungkinan penguatan anggaran dan proyek penanganan pesisir.
Sejumlah pihak menilai, tanpa langkah konkret dan terintegrasi, kondisi Sayung berpotensi semakin memburuk dalam beberapa tahun ke depan.
Lestari Moerdijat (tokoh legislatif pusat) baru saja melakukan kunjungan/serap aspirasi ke wilayah Sayung, Demak saat masa reses.
💥 Poin penting dari kunjungan itu:
Kondisi rob di Sayung disebut sudah krisis, bukan banjir biasa
Air laut masuk sampai 5–6 km ke daratan
Tahun 2026 ini, sekitar 6.600 hektare wilayah Demak terdampak rob (naik drastis dari tahun sebelumnya)
Bahkan disebut sebagai bagian dari krisis pesisir Pantura skala nasional
Sayung tidak sedang “terdampak banjir”.
Sayung sedang tenggelam pelan-pelan.
Air laut masuk bukan lagi hitungan hari, tapi sudah jadi rutinitas hidup warga. Rumah rusak, jalan lumpuh, ekonomi tersendat—dan itu terjadi bertahun-tahun.
Lalu hari ini, Lestari Moerdijat datang.
Menyebut ini sebagai krisis nasional.
Pertanyaannya: 👉 Kalau memang krisis nasional, kenapa penanganannya masih terasa lokal?
👉 Kalau memang darurat, kenapa warga masih berjuang sendiri?
Kunjungan seperti ini penting. Tapi publik juga berhak bertanya: Apakah ini awal solusi… atau sekadar rutinitas politik saat masa reses?
Karena bagi warga Sayung, ini bukan soal kunjungan.
Ini soal bertahan atau kehilangan tempat tinggal.
Lestari Moerdijat menyebut rob Sayung sebagai krisis nasional
Air laut sudah masuk 5–6 km ke daratan
Tahun 2026: sekitar 6.600 hektare terdampak
Disebut sebagai krisis struktural, bukan banjir biasa
Baca Juga
