Foto : video Semarangraya
Semarang, 28 April 2026 – Pusat perbelanjaan Java Mall Semarang yang biasanya ramai dengan hiruk pikuk pengunjung, mendadak berubah menjadi saksi bisu kesedihan dan kemarahan puluhan calon jamaah umroh. Pada Minggu, 26 April 2026, kantor biro perjalanan Al-Amanah Tour & Travel digeruduk oleh jamaah yang merasa kecewa dan digantungkan harapannya.
Janji Tinggal Janji, Air Mata Tumpah
Niat suci untuk beribadah ke Tanah Suci berubah menjadi mimpi buruk. Puluhan jamaah, yang didominasi oleh lansia dan ibu-ibu, mendatangi kantor Al-Amanah dengan satu tujuan: meminta kepastian keberangkatan atau pengembalian uang mereka.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, suasana di depan kantor biro perjalanan yang berlabel "Penyelenggara Resmi Umroh & Haji Khusus" tersebut tampak sangat padat dan tidak kondusif. Jamaah yang sudah mengenakan pakaian rapi, bahkan ada yang membawa koper, terlihat menahan kekecewaan mendalam.
Ketegangan Memuncak, Pihak keamanan Turun Tangan
Kericuhan tak terhindarkan saat perwakilan jamaah mencoba masuk ke dalam kantor. Adu mulut yang keras terdengar antara jamaah yang emosi dan pihak travel. Suara histeris dan tangisan pecah, menggambarkan betapa putus asanya mereka. Barang-barang di dalam kantor biro terlihat berantakan akibat situasi yang memanas.
Keadaan yang semakin tidak terkendali memaksa pihak keamanan dan seorang petugas kepolisian untuk turun tangan. Petugas berusaha menenangkan massa yang berteriak menuntut tanggung jawab dan transparansi dari Al-Amanah Tour & Travel. Terdengar seruan untuk "duduk" agar mediasi bisa berjalan dengan tenang.
Cermin Lemahnya Pengawasan?
Kasus ini kembali mencuatkan pertanyaan besar mengenai pengawasan terhadap biro-biro perjalanan umroh. Masyarakat berhak bertanya:
Bagaimana sebuah agen yang melabeli diri sebagai "penyelenggara resmi" bisa menunda keberangkatan puluhan orang tanpa kejelasan yang pasti?
Empati mendalam mengalir dari masyarakat untuk para jamaah, terutama mereka yang telah menabung bertahun-tahun demi mewujudkan impian ibadah umroh. Kasus ini menjadi alarm bagi pemerintah dan instansi terkait untuk lebih memperketat regulasi dan pengawasan, agar niat ibadah masyarakat tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Source @infosemarangraya_