UPDATE TOL SEMARANG–DEMAK: PROGRES 62,8%, SEKSI KALIGAWE–SAYUNG MASIH DALAM PEMBANGUNAN

UPDATE TOL SEMARANG–DEMAK: PROGRES 62,8%, SEKSI KALIGAWE–SAYUNG MASIH DALAM PEMBANGUNAN

Semarang–Demak — Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 ruas Kaligawe–Sayung terus berjalan. Berdasarkan pembaruan resmi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, progres fisik keseluruhan proyek telah mencapai 62,8 persen.

Angka tersebut disampaikan Kepala BBPJN Jateng–DIY dalam peninjauan bersama Wakil Presiden dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum di kawasan Kolam Retensi Terboyo pada 15 Februari 2026.

Pemerintah menargetkan pembangunan Seksi 1 dapat terus dipercepat sehingga konektivitas Tol Semarang–Demak dapat tersambung pada 2027.

Bukan Sekadar Jalan Tol

Tol Semarang–Demak memiliki panjang keseluruhan sekitar 26,95 kilometer, terbagi dalam dua seksi.

Seksi 1 Kaligawe–Sayung memiliki panjang sekitar 10,64 kilometer dan merupakan bagian yang masih dibangun pemerintah.

Sementara Seksi 2 Sayung–Demak sepanjang sekitar 16,31 kilometer telah beroperasi sejak Februari 2023. BPJT juga mencatat ruas Sayung–Demak sebagai ruas tol yang telah beroperasi dan memiliki tarif resmi.

Yang membuat Seksi 1 berbeda adalah desainnya yang tidak hanya ditujukan sebagai infrastruktur transportasi.

Sebagian konstruksinya terintegrasi dengan sistem tanggul laut, sekaligus dilengkapi infrastruktur pengendalian air seperti Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan.

Karena itu, proyek ini berkaitan langsung dengan persoalan konektivitas Semarang–Demak sekaligus penanganan banjir di kawasan Kaligawe, Genuk hingga Sayung.

Proyek yang Terintegrasi dengan Pengendalian Banjir

Dalam penjelasan BBPJN Jateng–DIY, selain pembangunan jalan tol, pemerintah juga melakukan sejumlah pekerjaan pendukung di kawasan tersebut.

Di antaranya peninggian badan jalan sekitar 1 meter di Kaligawe arah Demak, pembangunan kanal Kaligawe dan Sayung, pemeliharaan drainase pada jalan nasional, serta pemasangan pompa untuk mempercepat pengurangan genangan.

Artinya, pembangunan Tol Semarang–Demak Seksi 1 tidak berdiri sendiri.

Ada satu sistem infrastruktur yang sedang dibangun secara bersamaan: jalan tol, tanggul laut, kolam retensi, saluran air dan sistem pompa.

Yang Perlu Dicermati Publik

Angka 62,8 persen merupakan progres fisik keseluruhan Seksi 1 berdasarkan pembaruan BBPJN pada Februari 2026.

Namun angka progres tidak otomatis berarti seluruh fungsi proyek sudah dapat bekerja secara penuh.

ARTIKEL TERKAIT
GSW Masih Menunggu, Musim Hujan Tak Bisa Menunggu

Pantau perkembangan infrastruktur pengendalian banjir dan konektivitas kawasan Semarang–Demak serta pekerjaan yang berkaitan dengan sistem pengendalian air di Pantura.

Masih terdapat pekerjaan konstruksi dan integrasi antarkomponen yang harus diselesaikan sebelum keseluruhan sistem dapat berfungsi sebagaimana direncanakan.

Sebelumnya, Kementerian PU menjelaskan bahwa Seksi 1 terdiri atas tiga paket pekerjaan, yaitu 1A, 1B dan 1C, dengan lingkup pekerjaan yang berbeda. Paket tersebut mencakup konstruksi jalan, struktur elevated, bagian tanggul laut, hingga kolam retensi dan fasilitas pengendalian air.

Karena itu, publik tidak cukup hanya melihat satu angka progres.

Yang juga penting adalah melihat bagian mana yang sudah selesai, bagian mana yang masih dikerjakan, dan kapan setiap komponen mulai berfungsi.

Tol, Tanggul Laut dan Harapan Kawasan Pantura

Bagi kawasan Kaligawe–Genuk–Sayung, proyek ini memiliki arti lebih besar daripada sekadar tambahan jaringan jalan tol.

Jalan tol diharapkan memperkuat konektivitas Semarang–Demak, sementara sistem tanggul laut dan infrastruktur pengendalian air dirancang untuk membantu menghadapi persoalan banjir dan rob.

Namun fungsi tersebut tetap harus dilihat berdasarkan perkembangan pekerjaan di lapangan.

Progres 62,8 persen adalah perkembangan konstruksi. Bukan berarti persoalan banjir dan rob otomatis selesai 62,8 persen.

Di sinilah pentingnya pengawasan publik: mengikuti perkembangan proyek berdasarkan data resmi, progres fisik, fungsi setiap komponen, serta kondisi lapangan.

InfoPublikID.Online akan memantau perkembangan Tol Semarang–Demak bukan hanya dari sisi kapan jalan tersambung, tetapi juga bagaimana infrastruktur tersebut bekerja terhadap persoalan kawasan Pantura.

Data utama: BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta dan BPJT Kementerian Pekerjaan Umum.

A. Bintang — InfoPublikID.Online
A. Bintang Redaksi
Chief Editorial Strategist — InfoPublikID.Online
Mengulas kebijakan publik, transparansi pemerintahan, dan isu sosial-pesisir Demak. Berpegang pada verifikasi fakta, keberimbangan informasi, dan asas praduga tak bersalah.
Referensi: Dokumen resmi & sumber terverifikasi. Pedoman Media Siber →
☕
Suka dengan liputan kami? Dukung jurnalisme independen INFOPUBLIKID. Tanpa paywall, tanpa sponsor politik.
Traktir Kopi
©–2026 InfoPublikID.Online — Media Investigasi & Advokasi Publik.
Dikelola oleh Yayasan Bina Insan Modern. Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang.