Foto/video : InfoPublikId
Jalur yang menghubungkan Onggorawe hingga Mranggen kini bukan sekadar jalan lintas biasa, melainkan urat nadi transportasi yang sangat padat. Namun, di balik keramaiannya, tersimpan kekhawatiran mendalam bagi warga Desa Prampelan, khususnya orang tua siswa di SD Negeri 1 Prampelan.
Realita Pahit di Jalanan
Setiap pagi dan siang, anak-anak kita harus bertaruh nyawa. Kendaraan yang melintas di jalur ini seringkali melaju dengan kecepatan tinggi, seolah lupa bahwa mereka sedang melewati area pendidikan. Tanpa adanya marka yang jelas, para sopir dan pengendara motor jarang sekali yang berinisiatif mengurangi kecepatan.
Harapan Masyarakat Prampelan
Masyarakat tidak meminta hal yang muluk. Harapan warga hanya satu: Kepastian Keselamatan.
Kami sangat berharap Dinas terkait segera turun tangan untuk:
1. Memasang Rambu Zona Aman Sekolah (ZAS)
2. Marka Jalan yang Jelas: Termasuk pengecatan area merah (ZAS) dan Zebra Cross agar posisi penyeberang jalan lebih terlindungi.
3. Pita Penggaduh (Speed Bump): Sangat diperlukan untuk memaksa kendaraan memperlambat lajunya secara fisik sebelum mencapai titik sekolah.
Keselamatan anak-anak kami bukanlah sesuatu yang bisa ditawar. Jangan biarkan kelalaian infrastruktur ini berujung pada tragedi. Kami menunggu tindakan nyata dari Dinas Perhubungan untuk segera memberikan fasilitas keamanan jalan yang layak bagi SD Negeri 1 Prampelan.
"Siapa lagi yang merasa jalur ini bahaya? Tulis di kolom komentar!"